UPT Kebun Raya

"Institut Teknologi Sumatera"

               

Beranda

PENDAHULUAN

Peraturan Presiden No. 124 Tahun 2014 yang diundangkan tanggal 6 Oktober 2014 menetapkan bahwa Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mempunyai mandat untuk menyelenggarakan pendidikan akademik dan dapat menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam sejumlah rumpun ilmu pengetahuan dan/atau teknologi tertentu. ITERA memiliki tiga slogan utama, yaitu Smart, Friendly, dan Forest Campus. Smart dalam hal memaksimalkan potensi lingkungan tropis, Kampus Friendly yang terbuka bagi seluruh masyarakat untuk berperan serta aktif, dan menjadi Forest Campus terinspirasi dari asal mula kampus yang berbentuk hutan karet. Arah pengembangan Forest Campus ITERA adalah hutan kampus yang mampu merepresentasikan dan mempertahankan megabiodiversitas Sumatera. Misi Forest Campus ITERA sangat relevan dengan fungsi kebun raya sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2011 tentang Kebun Raya, yaitu sebagai tempat konservasi, penelitian, pendidikan, wisata, dan jasa lingkungan. Fungsi konservasi sebagai domain keberadaan Kebun Raya ITERA sejalan dengan tujuan Forest Campus dalam mempresentasikan dan mempertahankan megabiodiversitas Sumatera.

ITERA menjalin kerja sama dengan LIPI melalui surat Rektor ITERA Nomor: 134/A/LL/IV/2016 tentang Permohonan Kerja Sama Pembangunan Kebun Raya di Institut Teknologi Sumatera. LIPI merespon dengan melakukan kajian kelayakan lokasi pada tanggal 9-11 Juni 2016 dan hasilnya menyebutkan bahwa lokasi kampus ITERA layak menjadi kebun raya. Kerja sama dikukuhkan dengan ditandatanganinya MoU antara Kepala LIPI dengan Rektor ITERA Nomor 20/KS/LIPI/X/2016 dan Nomor 013/A/MoU-ITERA/X/2016 tentang Penelitian, Pengembangan, dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Pada tingkatan teknis, juga ditandatangani Perjanjian Kerja Sama antara Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya – LIPI dengan Kepala UPT Lahan dan Wisma ITERA Nomor 2936/IPH.3/KS/X/2016 dan Nomor 05/A/MoA-ITERA/X/2016 tentang Pembangunan dan Pengeloaan Kebun Raya Institut Teknologi Sumatera.

Implementasi dari penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama tersebut adalah penyusunan dokumen masterplan KR ITERA sebagai pedoman dalam pembangunan ke depan. Untuk mewujudkan konsep perencanaan dan arahan disain masterplan yang sesuai dengan visi kebun raya, tim penyusun mendapatkan masukan dari stakeholders antara lain; sivitas ITERA yang terdiri atas unsur pimpinan, staf dan mahasiswa dalam penentuan konsep pengelolaan, pemerintah daerah setempat berkaitan dengan kebijakan tata kelola wilayah, masukan dan saran dari masyarakat sekitar, serta narasumber yang memberikan arahan sesuai disiplin ilmunya. Keterpaduan data dan informasi dari berbagai pihak terkait akan menghasilkan konsep perencanaan yang komprehensif dan arahan disain masterplan yang aplikatif.

Kerusakan hutan dan kebutuhan lahan untuk pembangunan yang terus meningkat telah memicu kelangkaan dan kepunahan sumber daya alam hayati di Indonesia. Menghadapi kenyataan tersebut, sejak satu dekade terakhir Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya telah meluncurkan program pengembangan kebun raya daerah di Indonesia. Konsep kebun raya mengusung misi yang memadukan fungsi konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan. Berbagai jenis tumbuhan terutama jenis-jenis liar (wild species) yang endemik, langka, terancam punah, bernilai ilmiah tinggi dan/atau memiliki potensi ekonomi menjadi prioritas untuk dikonservasi secara ex situ di dalam kebun raya. Sejak dicanangkannya pembangunan kebun raya di tiap provinsi melalui Pidato Presiden pada Hari Kebangkitan Teknologi Nasional tahun 2004, antusiasme daerah untuk membangun kebun raya semakin tinggi. Hingga tahun 2016 telah disusun 26 master plan Kebun Raya Daerah yang dikelola oleh Pemerintah Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota), satu kebun raya oleh Universitas dan 5 kebun raya pusat yang dikelola oleh LIPI (Bidang Pengembangan Kawasan Konservasi Tumbuhan Ex Situ, PKT Kebun Raya – LIPI, 2016). Masing-masing kebun raya tersebut memiliki tema yang spesifik tergantung karakteristik atau keunggulan lokal. Berdasarkan Peraturan Kepala LIPI Nomor 1 Tahun 2017 tentang Rencana Pengembangan Kebun Raya Indonesia, pengembangan kebun raya daerah mengacu pada konsep terrestrial ecoregion yang membagi wilayah Indonesia menjadi 47 ekoregion Dalam prakteknya pembangunan sebuah kebun raya dapat menampung jenis-jenis tumbuhan yang berasal dari beberapa ekoregion, tergantung pada ketersediaan lahan dan kesesuaian habitat di masing-masing kebun raya. Kampus Institut Teknologi Sumatera (ITERA) di Desa Way Hui, Kec. Jati Agung, Kab. Lampung Selatan Provinsi Lampung yang berdiri pada tahun 2014 berdasarkan Peraturan Presiden RI No. 124 tahun 2014 berada pada hamparan lahan seluas 285 ha. Sesuai Masterplan Kampus ITERA, direncanakan 60% dari lahan yang tersedia diperuntukkan sebagai Ruang Terbuka Hijau. Keinginan pihak pengelola mengintegrasikan aktivitas kampus dengan konservasi lingkungan sebagai satu kesatuan ekosistem dalam bentuk kebun raya patut didukung. Hasil kajian Tim Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya – LIPI juga menyimpulkan bahwa lokasi tapak layak dijadikan sebagai kebun raya. Kehadiran Kebun Raya ITERA akan memperkaya jumlah kebun raya di Sumatera menjadi tujuh kebun raya. Enam kebun raya lainnya adalah KR Samosir di Provinsi Sumatera Utara, KR Solok di Provinsi Sumatera Barat, KR Batam di Provinsi Kepulauan Riau, KR Bukit Sari di Provinsi Jambi, KR Sriwijaya di Provinsi Sumatera Selatan dan KR Liwa di Provinsi Lampung. Kehadiran KR ITERA juga menjadikan Provinsi Lampung sebagai yang pertaman di Sumatera yang memiliki dua kebun raya. Sesuai Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2011 tentang Kebun Raya, maka untuk mewujudkan pembangunan Kebun Raya ITERA, perlu disusun rencana induk atau masterplan sebagai acuan pembangunan kebun raya agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

 

 

 

Visi Sejalan dengan strategi pembangunan kebun raya di Indonesia yang menegaskan bahwa setiap Kebun Raya harus memiliki visi yang spesifik sesuai dengan keunggulan komparatif yang dimiliki, maka visi Kebun Raya Institut Teknologi Sumatera (ITERA) adalah ‘Menjadi kebun raya terkemuka di dunia dalam bidang konservasi, penelitian dan pendidikan berbasis tumbuhan pamah Sumatera untuk pemanfaatan yang berkelanjutan.

Misi Dalam rangka mencapai visi yang telah ditetapkan, maka Kebun Raya ITERA menetapkan misinya sebagai berikut:

1. Mengimplementasikan pengelolaan kawasan kebun raya, pemeliharaan koleksi tumbuhan dan infrastruktur pendukungnya sesuai dengan Peraturan Kepala LIPI Nomor 10 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Kebun Raya;

2. Meningkatkan kuantitas dan koleksi tumbuhan, terutama jenis-jenis lokal, endemik, langka dan berpotensi dari hutan pamah Sumatera yang beradaptasi dengan baik di lokasi Kebun Raya ITERA;

3. Menyediakan sarana dan prasarana penelitian di bidang konservasi, domestikasi, reintroduksi  tumbuhan langka dan rehabilitasi lahan serta botani ekonomi berbasis koleksi tumbuhan yang dimiliki;

4. Mengembangkan pendidikan konservasi untuk meningkatkan tumbuh kembangnya kesadaran sivitas ITERA dan masyarakat dalam pelestarian lingkungan;

5. Menyediakan sarana wisata yang sehat, nyaman dan bernilai edukatif;

6. Memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas lingkungan sekitar kebun raya, yang meliputi aspek tata air, keanekaragaman hayati, penyerapan karbon, dan keindahan lanskap kawasan;

7. Memperkuat jaringan kerja sama dengan kebun raya dan lembaga konservasi lain di dalam maupun luar negeri;

8. Memperkuat sistem kelembagaan.

 

Copyright © 2016 UPT TIK - Institut Teknologi Sumatera (ITERA)