
Kabar Kebun – Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Konservasi Flora Sumatera (KFS) Institut Teknologi Sumatera (Itera), Alawiyah, S.P., M.Hut., menjadi narasumber dalam Workshop Nasional Penguatan Kolaborasi dalam Mendukung Pengelolaan Kebun Raya Daerah yang Berkelanjutan Berbasis Ilmu Pengetahuan di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Workshop yang dilaksanakan secara hybrid, yaitu secara luring di Fakultas Kehutanan UGM dan daring ini diselenggarakan Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Green Urban Ecology melalui kerja sama Fakultas Kehutanan UGM, Pusat Riset Ekologi, dan Pusat Riset Sistem Biota BRIN. Kegiatan ini bertujuan menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik pengelolaan kebun raya, memperkuat kolaborasi antarlembaga, serta membuka peluang kerja sama di bidang riset, pendidikan, konservasi, dan penguatan kapasitas pengelola.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai institusi, di antaranya Dr. R. Hendrian, M.Sc. dan Dr. Danang Wahyu Purnomo, S.Hut., M.Sc. dari BRIN, Prof. Ir. Widiyatno, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM. dari Fakultas Kehutanan UGM, Dr. Joko Mulyono, S.STP, M.Si. dari BRIDA Jawa Tengah, Suraji, S.T., M.Si. dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Boyolali,Decky Indrawan Junaedi, M.Env., Ph.D. dari Pusat Riset Sistem Biota BRIN,, serta Marga Anggrianto, MBA dari PT Mitra Natura Raya.
Dalam sesi Sharing Best Practices Pengelolaan Kebun Raya Tingkat Perguruan Tinggi, Alawiyah menegaskan bahwa Kebun Raya Itera merupakan contoh nyata kebun raya perguruan tinggi yang menjalankan 5 fungsi kebun raya yakni fungsi konservasi, pendidikan, penelitian, wisata, dan jasa lingkungan secara terpadu yang berpadu dengan pelaksanan Tridharma Perguruan tinggi. Kebun raya berperan sebagai laboratorium hidup yang menyediakan koleksi tumbuhan untuk riset konservasi, ekologi, dan biodiversitas, sehingga hasil penelitian dapat langsung mendukung pelestarian serta pengembangan ilmu pengetahuan. Di sisi lain, kebun raya juga menjadi sarana pendidikan melalui praktikum, magang, dan penelitian lapangan, sekaligus wadah pengabdian masyarakat lewat program eduwisata, wisata, dan literasi lingkungan. Dengan peran tersebut, kebun raya tidak hanya memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas melalui konservasi, edukasi, dan layanan lingkungan.
Keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi kesempatan bagi Kebun Raya Itera untuk berbagi pengalaman sekaligus memperluas jejaring dan memperoleh perspektif baru dari pengelola kebun raya serta berbagai pemangku kepentingan di Indonesia. Hasil pertukaran pengetahuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas pengelolaan Kebun Raya Itera serta membuka peluang kolaborasi baru di bidang konservasi, pendidikan, penelitian, dan pengembangan kebun raya.

