Skip to content
Kebun Raya Itera

Kebun Raya Itera

UPA KONSERVASI FLORA SUMATERA

Senin - Jumat : 9.00 - 16.00

081327999679

[email protected]

Kebun Raya Itera

Kebun Raya Itera

UPA KONSERVASI FLORA SUMATERA

  • Home
  • Tentang Kami
    • SEJARAH
    • TUJUAN PENDIRIAN
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • VISI MISI
      • VISI
      • MISI
  • Konservasi
    • MANAJEMEN KOLEKSI KEBUN
    • RUMAH KACA ANGGREK
    • KATALOG KOLEKSI 2025
  • Pendidikan dan Penelitian
  • WISATA
    • EDUWISATA (Outing Class)
    • LOKASI MENARIK
  • KABAR KEBUN!
  • POS
  • LAYANAN
  • Home
  • Tentang Kami
    • SEJARAH
    • TUJUAN PENDIRIAN
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • VISI MISI
      • VISI
      • MISI
  • Konservasi
    • MANAJEMEN KOLEKSI KEBUN
    • RUMAH KACA ANGGREK
    • KATALOG KOLEKSI 2025
  • Pendidikan dan Penelitian
  • WISATA
    • EDUWISATA (Outing Class)
    • LOKASI MENARIK
  • KABAR KEBUN!
  • POS
  • LAYANAN
Kebun Raya Itera

Kebun Raya Itera

UPA KONSERVASI FLORA SUMATERA

Senin - Jumat : 9.00 - 16.00

081327999679

[email protected]

Kepala UPA KFS Paparkan Transformasi Kebun Raya Itera dalam Webinar Internasional SEABG-BGCI

  1. Home   »  
  2. Kepala UPA KFS Paparkan Transformasi Kebun Raya Itera dalam Webinar Internasional SEABG-BGCI

Kepala UPA KFS Paparkan Transformasi Kebun Raya Itera dalam Webinar Internasional SEABG-BGCI

August 26, 2025 uptkebunBeritaTagged BGCI, institutteknologisumatera, kebunraya, kebunrayaitera, konservasiflorasumatera, SEABG

Kabar Kebun – Kepala Unit Pelaksana Akademik (UPA) Konservasi Flora Sumatera (KFS) Institut Teknologi Sumatera (Itera), Alawiyah, S.P., M.Hut., menjadi narasumber dalam webinar internasional yang diselenggarakan oleh Southeast Asian Botanic Gardens (SEABG), komunitas kebun raya Asia Tenggara yang berada di bawah naungan Botanic Gardens Conservation International (BGCI), pada Senin (25/8/2025).

Webinar ini menghadirkan dua pembicara utama, yakni Dr. Asep Riswoko, M.Eng. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang memaparkan perkembangan kebun raya di Indonesia dalam konteks global mulai dari sejarah, koleksi, dan kolaborasi dengan BGCI dan Alawiyah dari Itera yang memaparkan tentang keterkaitan kebun raya dalam mendukung pelaksanaan tridharma perguruan tinggi dan bagaimana keterkaitan antara penerapan teknologi dengan upaya konservasi berjalan beriringan. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina, serta sejumlah peserta dari Amerika Serikat.

Dalam pemaparannya, Alawiyah menjelaskan transformasi Kebun Raya Itera yang dibangun dari lahan bekas pertanian sejak tahun 2016, hingga diresmikan pada tahun 2022. Terletak di dalam kawasan kampus Itera seluas 75,52 hektare, kebun raya ini kini menjadi pusat konservasi tumbuhan dataran rendah Sumatera. Hingga saat ini, Kebun Raya Itera telah mengoleksi lebih dari 2.900 spesimen dari 532 spesies, termasuk spesies langka dan terancam punah berdasarkan daftar IUCN. Lebih lanjut,

Alawiyah menyampaikan bahwa Kebun Raya Itera menjalankan lima fungsi utama, yaitu konservasi, pendidikan, penelitian, pariwisata, dan penyedia jasa lingkungan. Dalam tiga tahun terakhir, kebun ini telah menjadi lokasi lebih dari 160 kegiatan penelitian, eksplorasi ke empat taman nasional di Sumatera, serta program edukasi yang melibatkan ribuan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Kebun Raya Itera juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sebagai bagian dari penguatan jejaring global, pada tahun 2025 Kebun Raya Itera resmi menjadi anggota BGCI dan SEABG. Itera juga terpilih sebagai penerima BGCI Member Grant Programme 2025 untuk mendukung pengembangan konservasi tanaman langka. Dalam paparannya, Alawiyah menegaskan bahwa Kebun Raya Itera bukan sekadar ruang hijau, tetapi juga ruang hidup yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, pelestarian alam, dan kontribusi sosial. Paparan tersebut mendapat apresiasi dari peserta webinar internasional. Mereka menilai transformasi Kebun Raya Itera dan penerapan teknologi dalam konservasi sebagai langkah maju yang patut dicontoh oleh kebun raya lainnya di Asia Tenggara.

Continue reading

Post navigation

Previous: Itera Raih Pendanaan Internasional untuk Pelestarian Kantong Semar
Next: MONTHLY EVENT RECAP: AGUSTUS 2025

COBA

  • 4 Alasan kenapa harus healing di kebun raya itera April 15, 2026
  • lokasi baru sewa sepeda! cek di sini lokasinya November 28, 2025
  • Kebun Raya Itera Kembali Raih Predikat Kebun Raya Daerah Terbaik ke-3 se-Indonesia November 14, 2025
  • SELAMAT KEBUN RAYA ITERA November 14, 2025
  • EVENT RECAP: OKTOBER 2025 November 4, 2025

Archives

  • April 2026
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • September 2023
  • May 2023
  • April 2023
  • February 2023
  • January 2023
  • November 2022

UPA Konservasi Flora Sumatera

Konservasi Flora Pamah Sumatera

Kategori

  • Berita
  • Menu

Search

Proudly powered by WordPress | Theme: goldy-mex by inverstheme.